Lolak Kunjungi Sang Senior di Rumah Sakit

Beritabali.com, Denpasar. Kunjungan Kadek “Lolak” Arimbawa ke Rumah Sakit Sanglah (17/2) lalu menjadi momen tersendiri bagi Lolak dan seniman drama gong Bali, I Wayan Tarma alias Dolar. Pertemuan keduanya seolah menjadi reuni pelawak beda generasi ini. Meski diwarnai canda dan gelak tawa, Dolar yang kini tidak dapat berbicara secara jelas, merasa terharu dan sempat menangis di depan senator asal Klungkung tersebut.

lolak Kunjungi Dolar

Arimbawa yang hadir sekitar pukul 11.40 siang di Ruang Nagasari RS. Sanglah sempat meminta maaf karena keterlambatannya menjenguk Dolar. “Sesampai di Bali tanggal 16 kemarin, tiang wenten ngayah di Banjar Babakan, Manggis, Karangasem bersama Yayasan Kesenian Bali. Sehingga tiang baru bisa hadir siang ini” ungkapnya. Lolak menyatakan bahwa dirinya tidak mau seperti para pejabat lain yang latah dengan pemberitaan media.

Menyikapi hal tersebut, Senator asal Bali, I Kadek Arimbawa mengingatkan agar para politisi tidak main-main dan hanya sekedar latah. “Dolar sudah sakit sejak beberapa tahun lalu, kenapa baru sekarang ramai-ramai diberitakan di media?” ungkapnya heran. Anggota DPD RI ini juga mengharapkan para pemimpin Bali tidak memanfaatkan kondisi kesehatan Dolar untuk pencitraan di masyarakat.

Ketika ditanya mengenai isu yang menyebutkan Arimbawa tidak peduli pada kondisi seniman Bali, Arimbawa menjawab sembari tersenyum. “Kalau ada yang meragukan perhatian saya terhadap Dolar,silakan datang dan tanyakan langsung ke keluarga beliau.” ungkapnya. Arimbawa menyatakan bahwa jauh sebelum pemberitaan media dirinya sudah mengunjungi Dolar dan membantu Dolar berobat.

Arimbawa juga mengingatkan seluruh seniman agar belajar dari kondisi kesehatan Dolar saat ini. Saat karir sedang di puncak, jangan sampai kita terjerumus dalam aktivitas yang membahayakan kesehatan. “Saat ini yang dibutuhkan Dolar adalah murni dukungan moril dan bantuan agar kondisi beliau segera membaik. “Mari kita melakukan sharing berita secara bijak, sehingga tidak latah dengan berita yang menyesatkan.” ungkapnya singkat. (bbn/dev)

Profil : I Nyoman “Petruk” Subrata


Berkembang dari Seni Ludruk yang dikenal di Bali dari tahun 1962, Drama Gong telah mengalami masa kejayaannya sebagai hiburan yang ditunggu masyarakat Bali hingga kepelosok-pelosok desa.

Dalam proses tersebut, kita hampir melupakan sosok yang pernah menjadi ikon Drama Gong terpopuler di Bali yakni Petruk.
bernama asli I Nyoman Subrata, tokoh kelahiran 1 September 1949 ini adalah seniman serba bisa yang hingga saat ini masih eksis berkiprah dalam seni lawak dan prembon walaupun Drama Gong sudah mengalami kelesuan dalam perkembangannya.

Suami dari Ni Nyoman Sudiati dan ayah dari Ni Luh Putu Sri Pramesti serta Kadek Tresna Budi ini mulai berkiprah didrama gong pada tahun 1975. Pada tahun 1983, Bapak Nyoman Subrata juga pernah menjadi juara umum lawak Se-Bali.

Ngaturang ngayah hingga ke luar Bali seperti ; Lombok, Jakarta, Bogor, Palu, Palembang, Bontang (Kaltim) dan Pontianak ini membuktikan eksistensi beliau tidak lekang oleh arus modernisasi dan era instant saat ini.