Dek Ulik : Gunakan Media Seni Untuk Tetap Dekat Dengan Konstituen

Maraknya kasus money politics yang ditemui menjelang hajatan pemilu, menarik perhatian sang Diva Pop Bali, Dek Ulik. Ditemui usai talkshow di salah satu TV Swasta di Bali, Dek Ulik menyatakan kekhawatirannya perihal semakin gencarnya politik transaksional di Indonesia khususnya di Bali.

Dek Ulik yang juga turut “berjuang” dalam Pileg 2014 nanti menyatakan dengan tegas menolak jual beli suara yang dilakukan oleh tokoh masyarakat di Desa. “Adanya praktik-praktik seperti itu selain melanggar aturan pemilu, juga mencederai asas pemilu yang luber dan jurdil”, ungkapnya.

Pemilik nama asli Ni Made Suastini ini mengungkapkan bahwa kesadaran untuk menghentikan politik transaksional seperti sekarang ini adalah dengan mencerdaskan pemilih. Selain tidak memanjakan masyarakat dengan bantuan-bantuan yang bersifat instant, Caleg harus benar-benar meyakinkan masyarakat dengan visi, misi dan program yang jelas.

“Masyarakat juga harus mulai mengubah pola pikir pragmatis yang selama ini berkembang, jangan sampai mindset itu justru dimanfaatkan caleg-caleg tidak bertanggung jawab”. tegas perempuan kelahiran Gianyar, 29 tahun lalu.

Saat ditanya strategi kampanye, caleg DPRD Bali Dapil Gianyar ini, menyatakan akan menggunakan seni sebagai media untuk tetap dekat dengan masyarakat. “Lewat seni saya mengihur, lewat seni pula saya menyerap aspirasi masyarakat. Karena dunia senilah yang telah membesarkan saya seperti sekarang ini.” ungkapnya sembari tersenyum.(eim)

Sosialisasikan YKB Cabang Jembrana : LOLAK DAN DEK ULIK RAMAIKAN PAWAI BUDAYA JEMBRANA

Ada hal yang sedikit berbeda saat pawai Budaya Kabupaten Jembrana pada Sabtu (31/8) lalu. Di tengah barisan pawai budaya tersebut, terdapat pasangan seniman Bali yakni Lolak dan Dek Ulik. Keduanya secara mengejutkan turut hadir bersama ratusan peserta pawai yang digelar serangkaian HUT Kota Negara ke 118.

IMG-20130831-00100

Masyarakat Jembrana yang telah memadati jalur pawai sejak pukul 14.00 WITA akhirnya terpuaskan setelah menyaksikan Lolak dan Dek Ulik Cs berdiri di atas mobil bertuliskan Yayasan Kesenian Bali. Sambil menyapa penggemarnya, Diva Pop Bali itu menyanyikan beberapa lagu, termasuk dari Album Religinya, Sanjiwani.

Dalam orasinya, Lolak menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam pawai budaya Jembrana tahun 2013 ini adalah untuk mensosialisasikan keberadaan Yayasan Kesenian (YKB) Cabang Jembrana yang sudah terbentuk beberapa waktu lalu. “Menurut saya, ini adalah moment yang sangat tepat untuk memperkenalkan YKB Cabang Jembrana, termasuk para pengurusnya” ungkap seniman asal Desa Kamasan, Klungkung itu.

Sementara itu, di belakang rombongan Lolak dan Dek Ulik, ada pula rombongan pengurus YKB Cabang Jembrana yang dipimpin oleh Dewa Wiratnadi. Tokoh masyarakat asal Desa Batuagung itu mengungkapkan bahwa YKB Cabang Jembrana siap untuk melaksanakan program YKB pusat seperti pemberdayaan seniman lokal dan Ngayah Ke Desa Pekraman khususnya di Kabupaten Jembrana.

Dalam kesempatan itu, pengurus YKB Jembrana juga membagikan profil Yayasan Kesenian Bali, susunan pengurus YKB Jembrana serta teknis pengajuan program Ngayah Ke Desa Pekraman kepada seluruh bendesa yang hadir dalam pawai tersebut. “Kami ingin menjangkau seluruh bendesa se-Kabupaten Jembrana sehingga semuanya memiliki informasi yang sama dalam mengakses program Yayasan”pungkasnya.

Rayakan 17 Agustus, Lolak Hibur Warga Binaan Lapas Kerobokan

Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 68 tahun 2013 ini, Seniman Bali-Lolak memilih untuk tampil dan menghibur ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan. Secara pribadi Lolak memang memiliki keinginan besar untuk memberi hiburan pada warga lapas sekaligus mengetahui kondisi Lapas sesungguhnya.

Lolak LP Kerobokan

Sebelum pentas hiburan dimulai, Seperti perayaan Kemerdekaan pada umumnya, dilaksanakan upacara bendera, dan pembacaan pemberian remisi pada warga binaan Lapas. Pada tahun ini terdapat 610 warga binaan yang diusulkan mendapat pemotongan masa tahanan, berkisar antara1-6 bulan.

Seusai acara ceremonial, Lolak yang hadir bersama pelawak binaannya Open dan Sengeng, langsung menghibur warga binaan lapas Kerobokan yang memang sudah menantikan aksi panggung para pelawak itu. Lewat banyolan khasnya, lolak memecah suasana dan disambut gelak tawa para warga binaan lapas. dalam kesempatan tersebut, Tidak jarang Lolak dan rekannya memberikan kritikan pedas pada Pemerintah Pusat, terkait dengan kondisi terkini yang terjadi di dalam Lapas.

Lolak yang bernama asli I Kadek Arimbawa, juga mengharapkan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan secara rutin. Seniman asal Klungkung tersebut juga menyatakan bahwa Lapas tidak semata-mata sebagai Lembaga Pemasyarakatan. “Warga binaan di Lapas Kelas IIA Kerobokan ini harus tetap positif selama menjalani masa tahanan. Lapas juga bisa menjadi tempat untuk menambah keterampilan dan berkesenian.” pungkasnya.

Selain Lolak cs, hadir pula Lolot, Jerink SID, Dek Ulik, dan beberapa penyanyi dangdut yang menghibur warga binaan lapas hingga sekitar pukul 15.00 WITA.