Dek Ulik : Gunakan Media Seni Untuk Tetap Dekat Dengan Konstituen

Maraknya kasus money politics yang ditemui menjelang hajatan pemilu, menarik perhatian sang Diva Pop Bali, Dek Ulik. Ditemui usai talkshow di salah satu TV Swasta di Bali, Dek Ulik menyatakan kekhawatirannya perihal semakin gencarnya politik transaksional di Indonesia khususnya di Bali.

Dek Ulik yang juga turut “berjuang” dalam Pileg 2014 nanti menyatakan dengan tegas menolak jual beli suara yang dilakukan oleh tokoh masyarakat di Desa. “Adanya praktik-praktik seperti itu selain melanggar aturan pemilu, juga mencederai asas pemilu yang luber dan jurdil”, ungkapnya.

Pemilik nama asli Ni Made Suastini ini mengungkapkan bahwa kesadaran untuk menghentikan politik transaksional seperti sekarang ini adalah dengan mencerdaskan pemilih. Selain tidak memanjakan masyarakat dengan bantuan-bantuan yang bersifat instant, Caleg harus benar-benar meyakinkan masyarakat dengan visi, misi dan program yang jelas.

“Masyarakat juga harus mulai mengubah pola pikir pragmatis yang selama ini berkembang, jangan sampai mindset itu justru dimanfaatkan caleg-caleg tidak bertanggung jawab”. tegas perempuan kelahiran Gianyar, 29 tahun lalu.

Saat ditanya strategi kampanye, caleg DPRD Bali Dapil Gianyar ini, menyatakan akan menggunakan seni sebagai media untuk tetap dekat dengan masyarakat. “Lewat seni saya mengihur, lewat seni pula saya menyerap aspirasi masyarakat. Karena dunia senilah yang telah membesarkan saya seperti sekarang ini.” ungkapnya sembari tersenyum.(eim)

Iklan