Memantapkan Upaya Rekonstruksi Kesenian Langka

DAHSYATNYA gempuran arus modernisasi, tampaknya memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap keterdesakan sejumlah kesenian tradisional Bali. Tidak sedikit dari kesenian tradisional itu terancam punah lantaran sudah sangat jarang dipentaskan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah lenyap tanpa bekas. Kekahawatiran seputar terjadinya “kematian” massal kesenian-kesenian tradisional pun menyeruak.

Parwa Seni Langka di Bali pada 1950an
Ilustrasi : Parwa ini merupakan salah satu seni langka di Bali. Seni parwa merupakan kesenian yang mengambil lakon cerita Mahabharata yang dahulu sangat populer di Bali terutama pada era tahun 1950’an

Jika upaya rekonstruksi tidak secepatnya dilakukan, dipastikan kesenian tradisional Bali yang beberapa di antaranya difungsikan sebagai seni bebali dan wali (menjadi bagian penting dari ritual keagamaan – red) akan tinggal nama. Generasi Bali masa depan tidak pernah lagi mengenal bagaimana rupa tari Legong Leko yang kaya akan unsur-unsur pelegongan atau tari Legong Keraton Pelayon yang mengedepankan keindahan gerak yang sangat kompleks dan dinamis maupun barisan panjang kesenian-kesenian langka lainnya. baca selengkapnya

SENATOR BALI HARAPKAN TRANSPARANSI ANGGARAN PESTA KESENIAN BALI

Pesta Kesenian Bali yang pada tahun 2013 ini berusia 35 tahun, memang semakin mendapat apresiasi dari seniman dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya Pesta Kesenian Bali (PKB) ditujukan untuk menampilkan berbagai hasil kreasi dan inovasi seniman Bali. Maka tidak salah bila setiap tahun PKB selalu ditunggu oleh seniman maupun masyarakat Bali.

Dalam perjalanannya, masalah yang dihadapi Pesta Kesenian Bali dari tahun ke tahun semakin kompleks. Permasalahan tersebut diantaranya kesiapan panitia, permasalahan parkir, kebersihan areal pameran dan mahalnya harga stand pameran Pesta Kesenian Bali. Akibatnya tidak sedikit keluhan yang muncul atas pelaksanaan PKB tahun ini.

Munculnya beberapa keluhan dan kritikan dari masyarakat tersebut mengundang perhatian seniman Bali yang juga Anggota DPD RI, I Kadek Arimbawa. Senator yang akrab disapa Lolak itu menginisiasi pertemuan bertajuk rapat dengar pendapat pada Jumat (2/8), yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala UPTD Art Centre Denpasar, serta perwakilan seniman dan pedagang (pameran) PKB. baca selengkapnya