Sejarah Singkat

Yayasan Kesenian Bali awalnya adalah berupa sebuah gerakan moral yang digulirkan oleh tokoh seni I Kadek Arimbawa. Gerakan ini adalah berupa pemberdayaan kesenian lokal untuk menjamin kelangsungan dari kesenian itu sendiri sebagai bagian dari akar budaya Bali.

Selanjutnya gerakan yang mulai bergulir pada tahun 2003 ini menjadi lebih terstruktur dan terorganisasi seiring dengan tuntutan pandangan yang lebih inovatif demi kepentingan seni dan seniman lokal di Bali.

Cakupannya kemudian menjadi lebih luas dengan upaya-upaya untuk menjaga eksistensi seni dan budaya dengan memberikan dukungan pelatih seni. Selain itu juga organisasi memberikan dukungan dalam acara – acara penggalangan dana yang dilaksanakan untuk kepentingan adat.

Tujuan pencapaian Yayasan Kesenian Bali adalah sebuah eksistensi budaya yang berjalan integral dengan kesejahteraan seniman. Artinya, keberadaan seniman sebagai pemangku eksistensi budaya tersebut tidak serta merta dilupakan dan disisihkan dalam ketika seni dan budaya dimanfaakan untuk memberikan kontribusi ekonomi melalui wadah pariwisata.

Target pemberdayaan Yayasan Kesenian Bali adalah mencakup 453 desa adat serta lebih dari 100.000 seniman lokal yang ada di Bali. Pemberdayaan ini akhirnya bermuara kepada jaminan bahwa eksistensi budaya sebagai jati diri dan identitas masyarakat Bali tidak akan musnah oleh gerusan jaman.

Tentu hal ini tidak bisa dilepaskan dari pengembangan ekonomi masyarakat Bali yang berbasis pariwisata, karena secara tidak langsung, pengembangan ekonomi masyarakat akan dapat berjalan secara berkelanjutan (sustainable)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s