Sidang Paripurna DPD RI, Arimbawa Soroti Potensi Pelayaran Pesiar di Bali

Potensi Kapal Pesiar di Bali menjadi salah satu sorotan dalam Sidang Paripurna DPD RI, Senin (11/3/2019) dengan agenda pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2018-2019 dan penyampaian laporan kegiatan anggota DPD RI di daerah pemilihan masing-masing. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPD RI Perwakilan Bali, I Kadek Arimbawa yang ditemui seusai sidang paripurna.

Arimbawa menjelaskan bahwa dalam paripurna, dirinya menyerahkan laporan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah dan hasil pengawasan atas pelaksanaan undang-undang, salah satunya undang – undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. “Dalam laporan anggota DPD RI kali ini, saya lebih menyoroti masalah potensi serta hambatan dalam pengembangan kapal pesiar di Bali, karena masih banyak permasalahan yang ditemui dalam bidang tersebut’’, ungkapnya

Senator yang terpilih menjadi DPD RI dua periode itu menuturkan bahwa Pelabuhan dan dermaga pesiar yang merupakan salah satu sub sistem transportasi laut yang sangat penting terutama bagi industri pelayaran dan pariwisata di Bali.

Secara umum hampir semua destinasi wisata di Indonesia bisa dikunjungi via laut, seperti Pulau Weh di Aceh hingga Raja Ampat di Papua. Tentu ini adalah potensi besar bagi Indonesia. Selain kapal pesiar, keindahan alam Indonesia juga mengundang yachter atau pelaut perahu pesiar dari berbagai negara.

“Maka dari itu, Pembangunan berbagai sarana dan prasarana transportasi seperti halnya dermaga, pelabuhan, bandara, dan jalan rel dapat menimbulkan efek ekonomi berganda (multiplier effect) yang cukup besar, baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, maupun dalam memutar konsumsi dan investasi dalam perekonomian lokal dan regional.” tegas Arimbawa

Pria yang akrab disapa Lolak itu menambahkan, masih ada indikasi kurang tanggapnya pemerintah dalam menanggapi prospek perkembangan pariwisata di bidang tansportasi laut dan pesiar, padalah sistem transportasi dan promosi pariwisata yang efisien merupakan hal penting dalam menentukan keunggulan Bali dalam pariwisata global.

“Faktor yang berpengaruh pada rencana kedatangan kapal pesiar, diantaranya isu keamanan dan bencana alam. Selain itu diperlukan revitalisasi pelabuhan dan dermaga untuk minat kedatangan kapal pesiar sebab dari sisi keamanan dan kenyamanan mereka terjamin sehingga bisa bersandar di pelabuhan” jelasnya.

Menurut Arimbawa, Dari sisi faktor keamanan, terminal penumpang yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang pada saat yang bersamaan, mempunyai resiko keamanan yang tinggi. Untuk itu, menurunkan resiko keamanan terhadap fasilitas pelabuhan adalah dengan memperkuat sistem baik terkait keamanan fisik maupun prosedural.

“Semua hasil penyerapan aspirasi ini disampaikan melalui sidang paripurna dan laporan yang menjadi temuan anggota DPD RI di dapil akan ditindaklanjuti oleh Komite, DPD RI sehingga astungkara ini bisa kita carikan solusi terutama dengan kementerian perhubungan dan pariwisata”, pungkasnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s