MPR RI Dengar Pendapat Tentang Eksistensi Desa Adat

Masyarakat desa adat di Bali mempunyai peran sangat strategis dalam sistem pemerintahan dan ketatanegaraan di Indonesia. Eksistensi desa adat dengan segala komponen di dalamnya mampu bertahan di tengah arus globalisasi yang mendera.

Hal tersebut diungkapkan I Kadek Arimbawa dalam kegiatan rapat dengar pendapat dengan komponen masyarakat di Kubu, Karangasem pada Jumat (1/2). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menggali aspirasi masyarakat terkait sistem ketatanegaraan dan pelaksanaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diselenggarakan oleh Majelis permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).
Secara khusus, dengar pendapat tersebut membahas tentang peran dan kedudukan desa adat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Arimbawa hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi didepan ratusan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Anggota DPD RI dua periode itu menegaskan bahwa untuk mempertahankan eksistensi desa adat ke depan, harus disertai dengan penguatan dasar hukum terkait masyarakat adat. Hal ini dkarenakan masyarakat adat merupakan bagian dari kebudayaan dan keidentitasan Indonesia.

Menurut pria asal Klungkung itu, berkaca pada keberadaan UU Desa, pemerintah daerah seringkali dihadapkan pada kondisi yang dilematis. “Contohnya Bali, pada awal pembentukan UU Desa, ada pro kontra terkait pendaftaran desa dinas atau desa adat” ungkapnya

Arimbawa menuturkan, Sebuah desa adat berjalan dengan baik apabila berjalannya berbagai aspek pendukung lainnya di antaranya aspek pendidikan dan kearifan lokal. Sementara itu, peserta dengar pendapat mengungkapkan bahwa desa adat selain diperkuat secara hukum, juga harus mendapat dukungan dari pemerintah. Anggaran dana desa yang dikelola setidaknya juga harus memberi manfaat untuk kelangsungan dan eksistensi desa adat itu sendiri.

Hal tersebut tidak terlepas dari realitas sosial kehidupan masyarakat Bali yang lebih menghendaki model koeksistensi yang tidak menegaskan status salah satu desa. Selama ini, Desa Adat (Pakraman) dan Desa Dinas dapat hidup berdampingan, saling melengkapi dengan segala aktivitas yang dilakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s