Arimbawa Tekankan Konsep Nasionalisme di Susut – Bangli

Anggota DPD/MPR RI hadir dalam kegiatan Upacara Pemelaspasan Banjar Penglumbaran Kawan – Susut, Bangli pada Rabu (25/7) kemarin. Senator yang akrab disapa Lolak itu hadir bersama tim Yayasan Kesenian Bali yang pada kesempatan tersebut memberikan hiburan berupa prembon bondres secara gratis.
Tidak hanya itu, Arimbawa juga mengadakan Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan bersama masyarakat di Wantilan Banjar Penglumbaran KAwan dan dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya Arimbawa menegaskan bahwa Bali adalah daerah dengan nilai toleransi yang sangat tinggi. Untuk itu diharapkan masyarakat secara konsisten menjaga karakter ini sehingga taksu Bali sebagai pulau dewata yang penuh dengan cinta kasih dan kedamaian terus terjaga.

“Kalau soal toleransi, Bali tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja kalau soal persaingan politik, ini yang perlu diwaspadai. Kita tidak tahu bagaimana perkembangan dan dinamisnya perhelatan pemilu di tahun politik (2019) nanti” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat Bali mempertahankan nilai persaudaraan dalam berdemokrasi. Ia menyinggung suksesnya pelaksanaan Pilkada Klungkung, Gianyar dan Pilgub Bali pada 2018 yang sudah berjalan dengan aman dan damai. Walaupun ada sedikit perbedaan pandangan, ia menyebutnya sebagai sebuah hal yang wajar.

Terkait dengan perkembangan teknologi dan istilah generasi milenial, Ia berharap kedepan konsep pendidikan kebangsaan dan sosialisasi empat pilar kebangsaan semacam ini bisa diperbaharui dan disesuaikan dengan kemajuan jaman.

“Kalau sekarang kita hanya bicara, nasionalisme, bhineka tunggal eka, pancasila dan NKRI anak-anak muda lebih banyak ngantuk. Akan lebih bagus kalau dibuat film, animasi, dan bentuk kreativitas lain yang sejalan dengan pemikiran generasi milenial, bener atau gak?” Tanya Arimbawa yang kemudian disambut riuh oleh peserta terutama dari kalangan generasi muda.

Ia pun berharap kedepan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan bisa mengembangkan konsep pendidikan formal terutama yang terkait penanaman nilai kebangsaan di kalangan anak sekolah, sehingga kedepan jangan ada kesan bahwa Pendidikan Pancasila, atau Kewarganegaraan, apapun istilahnya sekarang hanya sekedar menjadi formalitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s