Dialog Kerukunan Umat Katolik, Arimbawa Paparkan Pentingnya Kedewasaan dalam Berpolitik

Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bali menggelar Dialog kerukunan Intern Umat Beragama Katolik dengan tema “Merajut Kerukunan Intern Umat Katolik Dalam rangka mensukseskan Tahun Politik yang berkualitas dan Bermartabat. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Grand Mirah pada Sabtu (14/7) dengan mengundang peserta dari kalangan umat Katolik di Bali.

Hadir sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut adalah I Kadek Arimbawa (Anggota DPD RI Perwakilan Bali). Arimbawa yang membawakan materi berjudul “Pemilu dan Kekhawatiran Politisasi Isu Sara”, menyambut baik pelaksanaan dialog kerukunan umat sebagai penangkal ampuh konflik-konflik yang berlatar belakang SARA.

“Dialog semacam ini kita harapkan mampu merumuskan kesepahaman dalam toleransi kerukunan beragama,” tutur pria yang akrab disapa Lolak itu

Arimbawa juga menegaskan bahwa isu SARA sangat berbahaya jika dimainkan dalam politik karena bisa memecah belah bangsa. Ia mencontohkan bagaimana politisasi isu agama sudah menimbulkan gesekan di beberapa tempat, terutama saat pelaksanaan pilkada beberapa waktu lalu.

Selain itu, Suami dari Ni Made Suastini juga menyoroti perkembangan teknologi dan media sosial yang saat ini sangat rentan menjadi alat untuk penyebaran isu SARA.

“Kampanye negatif terutama yang bernuansa SARA kini begitu mudah menyebar lewat media sosial dan sayangnya belum semua masyarakat kita untuk bijak dalam menerima informasi semacam itu” tegas politisi yang kini menjadi Calon Anggota DPR RI dari Partai Hanura itu.

Arimbawa berharap lewat dialog semacam ini, muncul kedewasaan berpolitik dari para politisi, tim sukses, maupun masyarakat umum sehingga pemilu legislatif maupun pemilu presiden tahun 2019 nanti bisa berjalan dengan lancar, aman dan damai.

“Kita patut bersyukur bahwa pilkada Bali secara keseluruhan telah berjalan dengan aman dan hal ini tentu tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi kita semua sebagai masyarakat untuk menangkal isu SARA terutama generasi mileneal yang merupakan terbanyak pengguna media sosial” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s