Ribut Soal Taxi Online, Bagaimana Seharusnya?

Sebuah Catatan oleh I Kadek ‘Lolak’ Arimbawa

Pasar pariwisata di Bali memang begitu spesial. Pariwisata Bali tidak cukup soal hotel, restoran atau pasar oleh-oleh. Pelaku transportasi pun berlomba untuk turut mendapatkan manisnya pariwisata Bali. Inilah yang barangkali menjadi alasan kenapa polemik jasa taxi online seperti Uber, Grab dan GoCar di di Bali begitu riuh dibanding dengan daerah lain yang cenderung adem-adem saja.

Ada dua kubu dalam polemik transportasi online yang saya maksud. Yang pertama para supir dan pengelola taxi yang telah lebih dulu ada di Bali secara sah menurut undang-undang dan telah membayar pajak dan memberi pemasukan terhadap pemerintah daerah. Yang kedua adalah taxi online berbasis aplikasi Ilegal di Indonesia khususnya di Bali. Kenapa saya sebut ILEGAL, karena pengelola taxi online tersebut belum dapat memenuhi seluruh aspek perijinan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Baca Selengkapnya

Iklan