YKB Ngaturang Ayah di Pura Luhur Besi Kalung – Tabanan

Bertepatan dengan piodalan di Pura Luhur Besi Kalung yang jatuh setiap Budha Kliwon Sinta pada tanggal (25/1) lalu, YKB menghaturkan ayah dan hiburan berupa prembon. Dalam kempatan tersebut, YKB ingin menunjukkan bahwa YKB juga ngaturang ayah ke pura khayangan jagad dan tidak hanya bergerak di desa pekraman.
Baca selengkapnya

Iklan

HUT Desa Kintamani 2017, Lolak-Dek Ulik Duet di Bawah Guyuran Hujan

Ada momen yang cukup berkesan saat pendiri Yayasan Kesenian Bali, I Kadek Arimbawa menghadiri perayaan HUT Desa Kintamani pada (19/1) lalu. Dalam acara yang dilaksanakan di Lapangan Desa Kintamani, awalnya semua masih berjalan lancar. Namun saat sang istri Dek Ulik mulai naik ke atas panggung, tiba-tiba rintik hujan dan sedikit membuyarkan konsentrasi para penonton.
Baca Selengkapnya

YKB Beri Hiburan Gratis dalam Acara Ngaben Masal di Yeh Sumbul

Membawa misi ngaturang ayah ke Desa Pekraman, YKB memberikan hiburan dalam rangkaian kegiatan Ngaben Gratis di Desa Pekraman Yeh Sumbul, Pekutatan – Jembrana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin 16 Januari 2017. Turut hadir dalam pementasan tersebut, Ketua YKB, I Nyoman Putra dan beberapa pragina Yayasan seperti Gek SUkma, Gek Tika dan bondres Perak-Golek.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian YKB I Nyoman Putra mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan semeton Yeh SUmbul sehingga YKB dapat ngaturang ayah menghibur semeton yang sedang melaksanakan karya pitra yadnya.

Ribut Soal Taxi Online, Bagaimana Seharusnya?

Sebuah Catatan oleh I Kadek ‘Lolak’ Arimbawa

Pasar pariwisata di Bali memang begitu spesial. Pariwisata Bali tidak cukup soal hotel, restoran atau pasar oleh-oleh. Pelaku transportasi pun berlomba untuk turut mendapatkan manisnya pariwisata Bali. Inilah yang barangkali menjadi alasan kenapa polemik jasa taxi online seperti Uber, Grab dan GoCar di di Bali begitu riuh dibanding dengan daerah lain yang cenderung adem-adem saja.

Ada dua kubu dalam polemik transportasi online yang saya maksud. Yang pertama para supir dan pengelola taxi yang telah lebih dulu ada di Bali secara sah menurut undang-undang dan telah membayar pajak dan memberi pemasukan terhadap pemerintah daerah. Yang kedua adalah taxi online berbasis aplikasi Ilegal di Indonesia khususnya di Bali. Kenapa saya sebut ILEGAL, karena pengelola taxi online tersebut belum dapat memenuhi seluruh aspek perijinan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Baca Selengkapnya