Pasca Penemuan 30 ton Bahan Peledak, Arimbawa Minta Masyarakat Bali Tetap Waspadai Aksi Teror

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Bali, I Kadek Arimbawa mengapresiasi usaha penangkapan kapal motor yang mengangkut 30 ton bahan peledak di perairan Kangiang Sumenep. Penangkapan yang dilaksanakan oleh Tim Bea Cukai Bali Nusra itu dinilainya sebagai upaya antisipatif yang sangat baik untuk mencegah aksi – aksi terosisme yang tidak diinginkan.

“Kami mendukung penuh dan sangat mengapresiasi kinerja dari tim Bea Cukai yang telah pro aktif melakukan patroli hingga akhirnya menemukan pengiriman bahan peledak seperti ini” tegas Arimbawa. Dalam pengakuan nakodha kapal,bahan peledak yang diangkut dari Malaysia tersebut rencananya akan dibawa ke Sulawesi Selatan.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya dalam pemeriksaan di dek barang kapal tersebut ditemukan sebanyak 30 ton bubuk Amonium Nitrat, yang merupakan bahan utama pembuatan bom atau bahan peledak High Explossive. Atas temuan tersebut petugas kemudian menggiring kapal motor itu menuju pelabuhan terdekat, dalam hal ini Pelabuhan Padang Bai, Karangasem.

Arimbawa yang bertugas di Komite II DPD RI bidang Perhubungan itu juga meminta tim Bea Cukai selalu berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, BIN, dan Intelkam Polri. “Penyelundupan bahan peledak semacam ini sudah diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang ada sehingga harus ada pengawasan yang ketat”, ungkapnya

Ia menambahkan dengan langkah nyata dari aparat keamanan itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada. Meski masih dalam proses pendalaman terkait asal usul dan tujuan penggunaan bahan peledak itu, selalu ada kemungkinan indikasi yang mengarah pada rencana –rencana aksi terror yang harus kita waspadai. “ujar pria yang akrab disapa Lolak itu

Arimbawa menyatakan bahwa penangkapan gembong teroris yang terus dilakukan kepolisian tidak serta merta diartikan bahwa aksi teror telah berakhir. “Saya rasa ancaman terkait terorisme akan selalu ada dan diawali oleh penyelundupan benda berbahaya seperti amunisi maupun bahan peledak seperti sekarang ini. Maka dari itu mari kita tetap waspada dan mengamati lingkungan sekitar” pungkas Arimbawa yang sebelumnya melalui rekomendasi DPD RI telah meminta peningkatan jumlah fasilitas keamaman di beberapa titik pintu masuk Bali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s