Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Arimbawa Ingatkan Dampak Buruk Media Sosial

Di tengah perkembangan teknologi informasi dewasa ini, pengguna media sosial di Indonesia berkembang layaknya jamur di musim hujan. Penggunanya pun tidak hanya dewasa tapi juga remaja bahkan anak-anak. Alhasil, media sosial dikhawatirkan akan memberi dampak buruk bagi para pengguna. Apalagi isu – isu berbau SARA kini semakin mudah disebarkan di media sosial.

dsc03676

Berkaca pada kondisi tersebut, Anggota MPR dari Kelompok DPD RI menyelenggarakan sosialisasi empat pilar Berbangsa dan Bernegara dengan mengambil pembahasan utama tentang dampak buruk media sosial. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan Ganapathi Bali pada tanggal 28 Agustus 2016 bertempat di Banjar Sumampan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati – Gianyar.

Selain Arimbawa, hadir sebagai pembicara adalah Jro Mangku Ketut Sangging Suhendi yang merupakan Ketua dari Yayasan Ganapathi Bali. Sementara itu, dari kalangan politisi, turut hadir Ir. I Made Dauh Wijana yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Gianyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang mayoritas merupakan anggota Pasemetonan Sangging dari seluruh kab/kota di Bali.

Dalam pemaparannya, Arimbawa menyampaikan beberapa poin penting terkait bahaya dan dampak buruk penggunaan media sosial. “Media sosial bisa sangat berbahaya dan menjadi alat memecah persatuan apabila tidak digunakan secara benar.” ungkap pria kelahiran Klungkung itu.

Pernyataan Arimbawa tersebut bukannya tanpa dasar. Ia mengaku prihatin dengan perilaku remaja Indonesia yang merupakan pengguna aktif media sosial dengan jumlah cukup banyak di dunia. Arimbawa mencontohkan begitu banyak remaja dan anak-anak justru gemar mencaci maki, mengumpat bahkan membully teman-teman lewat media sosial.

“Lewat kesempatan ini saya ajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengingatkan anak-anak kita agar menggunakan media sosial dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Kita harus mampu memilah informasi yang tersebar di media sosial” tegas Arimbawa

Arimbawa yang juga merupakan seniman itu mengharapkan orang tua, guru dan keluarga bersama-sama mengembalikan pendidikan etika dan sopan santun sejak dini. “Dasarnya ya itu, sopan santun dan etika. harus diajarkan sejak dini agara generasi kita ini tidak menjadi generasi bobrok yang hanya bisa berkomentar negatif dan mencaci” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s