Pelawak yang jadi Senator Dua Periode (Pos Bali 26 April 2015)

SEDERET seniman dan artis nasional sukses terjun ke kancah politik, entah sebagi legislative, senator dan eksekutif. Namun menjadi politisi atau pejabat publikdua periode tidak semua artis bisa. Namun I Kadek Arimbawa alias Lolak (38) mampu membuktikan ia mampu menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dua periode dan kembali melenggang ke Senayan menjadi anggota DPD RI 2014-2019.

Senator 2 Periode

Suami dari Ni Made Suastini (Dek Ulik) merupakat satu-satunya dari empatanggota DPD RI pemilihan Bali yang kembali lolos, karena ketiga rekannya gagal mempertahankan kursi senatornya di Jakarta setelah perolehan suara mereka lebih rendah dari calon lain. Hasil perolehan suara cukup fantastis, yakni 161,607 suara menepati nomor urut dua setelah Arya Wedakarna.

Lolak sebelum menjadi senator, ia adalah seniman Bali yang hingga kini masih tampil di panggung dengan mengocok perut para penonton. Dalam meraih simpati masyarakat, Lolak mengaku tidak menghambur-hamburkan uang maupun membentuk tim sukses tersendiri, seperti yang dilakukan kebanyakan caleg.
Pria berpenampilan kalem dan sederhana mengaku tidak mengira kalau dukungan dan simpati karma Bali yang begitu besar kembali diberikan kepada dirinya. Padahal ia bukan sosok elit politik. Namun masyarakat mengkehendaki dan memberi kepercayaan sebagai wakil rakyat.
Saat menjadi pembicara pada “Seminar Hai Indonesia 2050” di Gedung Widya Sabha, Unud, Jimbaran tahun lalu, (5/10) Lolak menuturkan, perjalanan hidupnya yang hanya tamatan STM hingga menjadi anggota DPD RI. Ia bersyukur ketika bertarung sebagai calon DPD RI 2009 dirinya sudah popular di kalangan masyarakat Bali.
Berkat talentanya sebagai pelawak yang ngayah dari pura ke pura atau panggung ke panggung, dengan mudah mengunggah simpati masyarakat Bali hingga akhirnya ia terpilih sebagai anggota DPD RI. “Semua itu berawal dari pengabdian. Mengabdi dulu, baru ambil hasilnya,” ujarnya menggunakan lawakan bahasa Balinya yang mengundang tawa para peserta seminar.
Lolak menyadari sebagai anggota DPD RI, memiliki tugas pokok mengusulkan rancangan undang-undang dan melakukan fungsi pengawasan. Peran DPD RI juga sangat terbatas karena besarnya wewenang DPR. “Walau perannya terbatas, kerjanya tetap maksimal dan terus melakukan pengabdian ke masyarakat khususnya masyarakat Bali,”ungkapnya menjelaskan, ketika tahun 2009 terpilih sebagai DPD RI, dia mendirikan Yayasan Kesenian Bali (YKB) yang bergerak di bidang seni pertunjukan Bali.
Yayasan ini didirikan untuk memberi hiburan gratis ke desa-desa yang pendanaannya dilakukan mandiri dari gajinya sebagai anggota dewan. “Menjadi pejabat itu tidak bisa kaya, kalo pengen kaya ya jadi pebisnis,” selorohnya. “Dengan adanya yayasan itu, ada ikatan emosional saya dengan masyarakat, khususnya penggemar saya,”sebutnya.
Masyarakat mengenal Lolak sebagai pelawak yang mampu mengundang gelak tawa, lewat gerak maupun ungkapannya saat di panggung, entah lewat siaran langsung di media televisi atau manggung di pelosok desa. Ia bergabung dalam Paguyuban Lawak Bali dan namanya sempat mencuat ke permukaan hingga dikenal secara meluas sehubungan dalam meniti karirnya tidak terlalu memikirkan imbalan atau honor.
Pementasan lawak Bali yang dilakoninya dengan penonton yang slalu membludak. “Meskipun panitia dari segi bisnis telah meraih keuntungan yang besar atas suksesnya pementasan, namun saya tidak minta honor maupun sewa dari alat pengeras suara saya bawa sendiri, sehubungan hasil penggalian dana itu untuk kegiatan yang mulia dan luhur,” tutur Lolak.
Ia menyadari tidak memiliki dana untuk bisa membantu panitia dan masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan yang digarap warga desa secara bergotong royong. “Dana saya tidak ada, tapi dengan keahlian penyas saya bisa membantu warga menyelesaikan pembangunan pura,” ucapnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s