DPD Fasilitasi Pengaduan P3I Ke Menteri Perindustrian

Keluhan pengusaha local yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) Bali yang terancam tergusur dalam persaingan usaha kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung karena sebuah pemodal asing, disampaikan ke Menteri Perindustrian RI Saleh Husein oleh anggota DPD RI I Kadek Arimbawa.

Kadek Arimbawa, Rabu (11/2) mengatakan, aspirasi P3I Bali merasa terancam dengan pemodal asing di kawasan Bandara Ngurah Rai dengan menguasai titik-titik periklanan sehingga menyisihkan pengusaha local, adalah akibat adanya perdagangan bebas (AFTA) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Saya sudah menyampaikan keluhan dan persoalan ini ke Pak Menteri Perindustian RI. Kebetulan hari ini saya ketemu di Denpasar dengan beliau,” ujar Arimbawa yang beken dipanggil Lolak.

Kata senator asal Desa Kamasan Klungkung ini, resiko MEA dan AFTA memang tidak bisa dihindari menimbulkan persaingan bebas. Sehingga mau tak mau pengusaha local harus mampu mempersiapkan kemampuan diri. Namun pada pertemuan dengan Menteri Perindustrian di Denpasar, Arimbawa menyampaikan pengsaha local wajib dilindungi pemerintah. “MEA dan AFTA kan memang tidak bisa ditawar lagi. Saya meminta ke Pak Menteri pengusaha lokal dicarikan jalan keluar bisa tetap berusaha. Kalau disaingkan dengan pemoal asing ya memang kalah mereka, tetapi pemerintah harus mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Dikatakan Arimbawa, pihaknya belum mau berkomentar banyak soal keluhan P3I Bali dan masalah soal masuknya investor asing di Bandara Ngurah Rai yang membuat pengusaha lokal terancam, karena itu semua harus diketahui duduk persoalannya.” Karena kita tidak mau melanggar aturan internasional. Kalau soal aspirasi secara lisan sudah saya sampaikan ke menteri terkait dengan keluhan pengusaha periklanan di Bali,” tegasnya.

Menurut dia, pengusaha local bisa menjadi sebagai pengesub atau bermitra di dalamnya, sehingga ada sebuah kerjasama walaupun itu dengan pengusaha asing. “Bisa dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) bermitra antar pengusaha dan pengusaha atau B to B. Semacam pengesub lah pengusaha kita. Tetap dapat jatah pekerjaan tentunya dengan persyaratan yang mudah,” ujar pria yang juga seniman lawak ini.

Sementara terkait dengan pengaduan P3I Bali, Komisi IV DPR RI rencananya akan turun ke Bandara Ngurah Rai Bali, Jumat (13/2) besok siang. Selain itu, Komisi I dan Komisi II DPRD Bali akan hadir disana. P3I akan dipertemukan dengan pihak pengelola Bandara Ngurah Rai yakni PT Angkasa Pura I. Anggota Komisi VI DPR RI I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer secara terpisah mengatakan, ada 11 orang Komisi VI yang membudangi BUMN akan datang ke Bali. “Kami turun ke Bandara bersama 11 orang rombongan DPR RI. Ini pengaduan masyarakat di Bali pengusaha local,” ujar Sumarjaya Linggih.

 

Sumber : NusaBali KAMIS 12 FEBRUARI 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s