SENATOR BALI HARAPKAN TRANSPARANSI ANGGARAN PESTA KESENIAN BALI

Pesta Kesenian Bali yang pada tahun 2013 ini berusia 35 tahun, memang semakin mendapat apresiasi dari seniman dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya Pesta Kesenian Bali (PKB) ditujukan untuk menampilkan berbagai hasil kreasi dan inovasi seniman Bali. Maka tidak salah bila setiap tahun PKB selalu ditunggu oleh seniman maupun masyarakat Bali.

Dalam perjalanannya, masalah yang dihadapi Pesta Kesenian Bali dari tahun ke tahun semakin kompleks. Permasalahan tersebut diantaranya kesiapan panitia, permasalahan parkir, kebersihan areal pameran dan mahalnya harga stand pameran Pesta Kesenian Bali. Akibatnya tidak sedikit keluhan yang muncul atas pelaksanaan PKB tahun ini.

Munculnya beberapa keluhan dan kritikan dari masyarakat tersebut mengundang perhatian seniman Bali yang juga Anggota DPD RI, I Kadek Arimbawa. Senator yang akrab disapa Lolak itu menginisiasi pertemuan bertajuk rapat dengar pendapat pada Jumat (2/8), yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala UPTD Art Centre Denpasar, serta perwakilan seniman dan pedagang (pameran) PKB.

Arimbawa yang ditemui usai pertemuan menyatakan bahwa pertemuan ini memang sengaja Ia gagas bersama panitia penyelenggara PKB dan perwakilan seniman. “Tujuannya sederhana. Menginventarisir permasalahan PKB dan mendorong agar panitia dalam hal ini Dinas Kebudayaan bersikap transparan soal anggaran PKB,” ungkapnya.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali Gede Santanu, SE, MM menyambut baik adanya rapat dengar pendapat ini. Ia menyatakan sesuai dengan amanah Undang-undang No 14 Tahun 2008, masyarakat berhak untuk memperoleh informasi publik yang dimiliki dan berada dalam kewenangan lembaga publik. “Dalam hal Pesta Kesenian Bali, Dinas Kebudayaan wajib untuk menginformasikan dan mensosialisasikan setiap program, rencana kegiatan, serta anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan.” ujarnya.

Terkait dengan mahalnya harga stand selama pelaksanaan PKB, Arimbawa menilai panitia penyelenggara perlu mempublikasikan Profil Perusahaan (pihak ketiga) yang mengatur dan mempersiapkan lokasi pameran. Pihak ketiga yang dimaksud adalah mereka bertugas menyediakan stand pameran, instalasi listrik, kebersihan dan keamanan.

Arimbawa menyatakan sejak awal pelaksanaan PKB pada Juni lalu, sudah melakukan penelusuran langsung kepada pedagang yang berjualan di PKB 2013. Ia mengaku terkejut ketika ada pedagang yang harus membayar 6 hingga 25 juta untuk memamerkan produk dagangannya. Padahal tahun 2012 lalu Gubernur sudah berencana untuk mengkaji dan menggratiskan stand pameran.

“Perlu ada transparansi pemasukan dan pengeluaran dalam pameran tersebut sehingga menjawab isu calo penyewaan stand karena adanya para peserta yang memindahkan tangankan stand yang mengakibatkan harga stand jauh meningkat dibanding harga awal yang disepakati.” pungkas Senator asal Desa Kamasan, Klungkung itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s