Galungan Fair 2013 di Universitas Surabaya, Arimbawa Tekankan Eksistensi Budaya Bali

???????????????????????????????
Di tengah kesibukan sebagai Anggota DPD RI, I Kadek ‘Lolak’ Arimbawa masih menyempatkan diri untuk berbagi inpirasi pada generasi muda. Hal tersebut terungkap ketika Arimbawa memenuhi undangan Universitas Surabaya untuk menjadi pembicara sekaligus memberi kuliah umum pada UKM Mahasiswa Hindu Universitas Surabaya Sabtu (25/5) lalu.

Dalam acara yang bertajuk “Galungan Fair 2013 : Mengenal Budaya Bali Lebih Dekat” Senator asal Desa Kamasan tersebut memaparkan berbagai tradisi dan perkembangan kebudayaan Bali dulu, kini serta berbagai tantangan di masa mendatang. Dia juga menekankan bahwa budaya Bali tetap bertahan hingga kini, karena mampu bersanding dengan adat dan ritual keagamaan di Bali.

Lolak juga memuji kreatifitas mahasiswa Bali yang ada di Surabaya yang tetap bangga dan mempertahankan identitas Bali dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan di kampusnya. “Apabila seluruh generasi muda yang ada di luar Bali mampu melestarikan budaya seperti ini, saya yakin budaya Bali tidak akan punah”, ungkap senator yang dipastikan akan kembali maju pada Pileg 2014 itu.

Rektor Universitas Surabaya, Prof. Dr. Joniarto Parung yang diwakili Ketua MPR Ubaya, Agus Wijaya S.Ag dalam sambutannya, menyambut baik dan memberi apresiasi yang sebesar-besarnya atas inisiatif mahasiswa Hindu Surabaya yang masih memiliki kepedulian pada budaya Bali. Hadir sebagai undangan dalam dialog tersebut adalah Ketua PHDI Kota Surabaya I Wayan Suraba, perwakilan UKM Hindu se-Jawa Timur, serta diikuti ratusan mahasiswa dari Universitas Surabaya.

Selain Arimbawa, hadir pula sebagai pembicara Guru Besar ITS, Prof. Ir. I Wayan Sutantra, M.Sc., Ph.D. Beliau bahkan menyatakan kekagumannya karena Lolak yang notabene merupakan seniman sekaligus anggota DPD RI bisa hadir dalam dialog tersebut. “Bapak Lolak adalah inspirasi bagi generasi muda, bagaimana seorang seniman mampu duduk di Senayan dan memperjuangkan pelestarian seni budaya Bali lewat kebijakan”, ungkap Prof. Tantra di sela-sela pemaparannya.

Berbagai kreatifitas budaya yang ditampilkan mahasiswa Hindu Ubaya diantaranya tari Panjem Brahma, serta ditutup dengan tari joged dan penampilan spesial lagu pop Bali yang membawakan lagu duet Lolak dan Dek Ulik, Meli Sambuk di Dawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s